Ibu Wajib Tahu, Inilah Penyebab dan Cara Mencegah Stunting Pada Anak

Ibu-Wajib-Tahu-Inilah-Penyebab-dan-Cara-Mencegah-Stunting-Pada-Anak
Foto dari Canva

Sebagai orangtua, wajib bagi Anda untuk mengenal serta mengetahui tanda-tanda, penyebab dan cara mencegah stunting pada anak. Lantas, apa sih yang dimaksud dengan stunting? Stunting adalah sebuah gangguan yang terjadi pada tumbuh kembang anak. Untuk tanda-tandanya, tubuh anak terlihat tampak pendek. Ukuran tinggi badannya di bawah standar pertumbuhan anak seusianya.

Agar Anak tidak Stunting

Sebagai pencegahan stunting pada anak, Anda perlu telaten dengan secara berkala mengecek tinggi badan anak. Anda dapat mencari standar tinggi badan anak berdasarkan usianya di internet maupun di buku Kesehatan ibu dan Anak (KIA) yang sudah diberikan oleh Puskesmas. Kemudian untuk penyebabnya ada beberapa faktor. Yakni kurangnya asupan yang bergizi, adanya serangan infeksi ke tubuh anak serta kurangnya stimulasi.

Read More

Berikut adalah cara-cara mencegah stunting pada anak.

1. Merawat kehamilan dengan makanan bergizi

Memberikan cukup nutrisi, bisa dimulai sejak janin ada di dalam kandungan Anda. Sebagai ibu, Anda wajib memikirkan kesehatan janin Anda. Hindarilah makanan siap saji yang tidak sehat. Kalau bisa masaklah makanan Anda sendiri, seperti masak sayur-sayuran dan lauk pauk berupa ikan, ayam, tempe, tahu dan telur. Jika perlu, tambahkanlah susu dan vitamin hamil ke dalam menu makanan Anda sehari-hari.

2. Sediakanlah asupan bergizi

Jika Anda sudah optimal dalam upaya menjaga dan merawat kehamilan anak, maka untuk seterusnya akan lebih mudah. Berikan ASI secara eksklusif sampai bayi Anda berusia 6 bulan. Lalu setelah bayi berusia 6 bulan, berikanlah ia makanan yang Anda buat sendiri. Lebih baik makanan yang Anda masak sendiri daripada memberikan bubur instan kemasan pada si kecil.

Apabila makanannya dibuat sendiri, Anda bisa membuatkan menu 4 sehat 5 sempurna. Anda bisa mencari resep-resep MPASI di internet atau buku-buku yang sudah banyak beredar di toko buku. Jika si kecil terbiasa makan makanan masakan yang Anda buat sendiri, maka untuk kedepannya anak tidak akan pilih-pilih makanan.

3. Jangan lupa untuk olahraga secara rutin

Hamil memang terasa melelahkan, karena hamil membuat tubuh mudah lelah. Namun, jangan sampai hal tersebut menghalangi Anda untuk berolahraga, ya. Menurut penelitian, berolahraga dapat melatih fisik yang akan berpengaruh pada tumbuh kembang janin yang ada di dalam kandungan Anda. Dengan begitu, berolahraga tentunya dapat mencegah munculnya risiko stunting pada calon buah hati Anda.

4. Pantau selalu tumbuh kembang anak

Di lingkungan tempat tinggal tentunya ada Posyandu yang setiap bulannya diadakan oleh RT setempat. Datanglah dan periksakanlah bayi atau balita Anda secara rutin. Di Posyandu, si kecil akan diukur tinggi badannya. Selain itu juga akan diimunisasi sesuai dengan tahapan usianya. Pada usia awal 6 bulan bayi, bayi harus mendapat imunisasi hepatitis, polio dan difteri.

Untuk 6 bulan sampai 18 bulan, balita akan diberikan imunisasi campak, difteri lanjutan, tetanus, dan lain-lain. Apabila Anda sebagai ibu cukup telaten dalam memantau pertumbuhan anak, maka anak akan mudah terdeteksi jika ada sesuatu seperti infeksi virus yang tiba-tiba menyerang.

Demikianlah beberapa informasi yang perlu Anda tahu sebagai upaya mencegah stunting pada anak. Jika Anda masih memiliki pertanyaan seputar kehamilan dan anak, maka segeralah berkonsultasi pada bidan maupun dokter yang ahli di bidangnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.